Telisik Tari Bicara Tari Melayu

 

Rakyat.co,-Jakarta. Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menyelenggarakan program Telisik Tari dengan tema Tari Melayu, Rabu dan Kamis, 23-24/11, Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.

 
Menghadirkan, Suhaimi Magi (Peneliti dan Koreografer Tari Melayu ‭–‬ Malaysia), Julianti Parani (Ahli Tari) sebagai pembicara, serta Renee Sariwulan (Peneliti Tari) fasilitator. Masterclass tari Melayu Nusantara bersama 
Kak Wardi,Irianto Catur SBP,Tom Ibnur.
Telisik Tari,platform untuk mendiskusikan isu-isu ‭ ‬seputar ‭ ‬tari ‭ ‬tradisional ‭ ‬di ‭ ‬Indonesia ‭ ‬secara ‭ ‬kritis. ‭ ‬
Tari Melayu merupakan produk budaya masyarakat yang ada di Nusantara,tidak luput mengalami pengaruh,dinamika sejarah dan sosial masyarakat.

 
“Fokus ini kami ambil dengan tujuan untuk mengingatkan kembali bahwa ‭banyak budaya ‬
Indonesia berdasar pada budaya Melayu. Kami merasa generasi muda saat ini melihat 
Melayu seakan-‭ak‬an adalah milik negara tetangga. Untuk itu pada Telisik Tari tahun ini kami 
angkat Tari Melayu,” ujar Hartati, Ketua Komite Tari DKJ.‭ ‬

 

Sebagai produk dari sebuah identitas masyarakat, tari Melayu dalam kesejarahannya tidak bisa merujuk pada sebuah batas teritori satu wilayah, bahkan satu negara tertentu. Sebagai budaya, Melayu pada dasarnya tidak bisa diklaim sebagai milik satu negara.
 

Pada periode tahun 1950an,tari Melayu banyak berkembang di negara Malaysia, Singapura, 
Brunei Darussalam.

 

Bahkan Soekarno sempat mencanangkan para pemudi-pemuda Indonesia untuk belajar t‭ari Melayu “Serampang 12” sebagai usaha untuk membentengi ‬
pergaulan dari tarian-tarian budaya Barat (‭Cha-Cha‬, ‭Waltz‬, ‭Agogo‬, dll) yang ‭trend‬ di kalangan anak muda waktu itu.

 
Jauh sebel‭um‬ pada masa kemerdekaan, budaya Melayu 
sebenarnya sangat dekat dengan hiburan rakyat,seperti pada teater bangsawan ataupun komedi Stamboel, serta pada masa masuknya Islam di Nusantara yang banyak menggunakan budaya Melayu sebagai alat syiar agama.

 

Komite ‭ ‬Tari ‭ ‬DKJ ‭ ‬melibatkan ‭ ‬pakar-pakar ‭ ‬di ‭ ‬bidang ‭ ‬kesenian ‭ ‬Melayu sebagai konsultan dalam merancang rangkaian acara yang terdiri dari seminar, ‭master class,‬ 
dan pertunjukan berbasis riset. [fiq]