Ruang Putar Kineforum

 

 

 

Rakyat.co.-Jakarta.Penandatanganan MoU kerjasama dalam penyelenggaraan kembali ruang putar kineforum di Taman Ismail Marzuki, Rabu (29/4).

 

Perjalanan program kineforum dimulai sejak kebutuhan terhadap ruang putar film alternatif terasa mendesak di tengah cepatnya perkembangan ruang kota Jakarta pada tahun 2006.

 

Dalam sejarah sinema alternatif di Jakarta, Kineforum bisa dibilang merupakan kelanjutan dari kineklub di taman Ismail Marzuki, pernah diampu oleh Salim Said dan telah menjadi jendela publik Jakarta untuk melihat lanskap sinema dunia .

 

Ruang ini dikembangkan sebagai tanggapan terhadap ketiadaan bioskop non komersial di Jakarta serta kebutuhan suatu ruang bagi pertukaran antar budaya melalui karya audio-visual.

 

 

Pada tahun 2008, partisipasi publik melalui donasi, berhasil mengganti lampu proyektor serta memenuhi beberapa kebutuhan kineforum lainnya. Sejak saat itu, upaya menyadarkan dan menguatkan dukungan publik terhadap ruang putar kineforum terus dilakukan agar dapat bersinergi dengan apa yang telah dilakukan oleh cinema 21 dan pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta yang selama ini telah mendukung Kineforum.

 

 

Upaya ini dilakukan dengan mengencarkan kampanye dan menerapkan konsep “Publik untuk Ruang Publik”.
Kineforum,bioskop pertama di Jakarta yang menawarkan ragam program sekaligus diskusi tentang film,pengetahuan,secara berkala dan konsisten. Film yang diputar, film klasik, film baru, film pendek, film panjang, film dalam negeri ataupun luar negeri, bisa menjadi alternatif tontonan bagi publik.

 

“Ruang bagi sinema alternatif sangat penting sebagai salah satu penyangga ekosistem perfilman yang sehat di setiap negara. Ruang putar kineforum telah menjadi ruang sinema alternatif paling layak di Jakarta dari segi fasilitas menonton dan penyusunan program.
Komite Film DKJ merasa perlu meningkatkan kapasitas ruang Ruang putar di TiM,agar lebih mampu menjadikan kineforum sebagai wahana pengetahuan baru tentang film maupun tentang hubungan film dan masyarakat” ungkap Hikmat Darmawan sebagai Ketua Komite film DKJ.

 

 

Peluncuran kembali ruang putar sinema alternatif tertua di Jakarta ini disimbolkan dengan penandatangan surat kerjasama antara DKJ dan dua mitra kerjasama. Ruang putar kineforum di area TIM telah menjadi investasi bersama antara DKJ, Cinema 21 dan UP PKJ TIM sejak dibuka pada tahun 2006.

 

Melalui perlengkapan bioskop disediakan oleh Cinema 21, gedung milik Pemda DKI di bawah manajemen UP PKJ TIM serta program yang dikelola oleh DKJ, ruang putar kineforum menjadi oase film bagi pencinta film di Jakarta.

 

 

“Ruang putar kineforum harus menjadi bioskop alternatif bagi warga jakarta dan mampu menawarkan program-program film bervariatif. Kedepannya cinema 21 akan mendukung kineforum khusus dalam hal promosi agar lebih banyak lagi orang mengetahui ruang putar ini. Selain itu kami juga berkomitmen untuk merawat fasilitas yang ada di ruang putar kineforum secara berkala”ungkap Catherine Keng, corporate secretary cinema 21.

 
Menyambut hari film nasional 30/4/2017,Kineforum Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) didukung oleh cinema 21 dan unit pengelola pusat kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UP PKJ TIM) menyelenggarakan peluncuran kembali ruang putar kineforum yang berlokasi di komplek TIM.

 

 

Narasumber yang hadir pada acara peluncuran kembali ruang putar kineforum yaitu, Irawan Karseno, (Ketua DKJ), Lulu Ratna (Komite Film DKJ), Catherine Keng, (Corporate Secretary XXI) ,Imam Hadi Purnomo (Kepala UP PKJ TIM). [fiq]