Pengkajian MPR RI Gelar Seminar Kebangsaan

 

Rakyat.co,- Garut. Kampus UNIGA mengadakan seminar kebangsaan,bekerjasama dengan badan pengkajian MPR RI.

 

Melihat fenomena yang terjadi saat ini yaitu lunturnya jiwa kebangsaan baik gotong-royong, kekeluargaan maupun nilai lainnya didalam diri manusia Indonesia, maka guna membangkitkan jiwa nasionalisme para mahasiswa yang nota bene sebagai agen of change maka, FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) UNIGA (Universitas Garut) menggelar seminar Kebangsaan dengan tema “Penguatan Sistem Demokrasi Pancasila” yang bekerja sama dengan Badan Pengkajian MPR RI.

 

Menurut Sartibi selaku Ketua Penjaminan Mutu Internal FISIP UNIGA menjelaskan bahwa keinginan untuk bersatu sebagai NKRI mulai menipis, Pancasila sebagai dasar Negara yang mengandung banyak nilai maupun makna, seharusnya di terapkan dalam kehidupan sehari-hari dirasakan mulai luntur di dalam tubuh masyarakat Indonesia.
“Kita menggelar seminar kebangsaan ini agar keinginan bersatu bisa di bangkitkan kembali, karena sekarang mulai menipis. Apalagi saat ini banyak persoalan yang membuat jiwa kebangsaan luntur.
Kita ingin menguatkan Pilar Kebangsaan mulai dari Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI di dalam tubuh mahasiswa,” jelasnya saat di temui usai acara di aula FISP UNIGA, Selasa (13/12).

 

Sartibi juga menyampaikan, diharapkan setelah para mahasiswa mengikuti kegiatan seminar tersebut, bisa membangkitkan jiwa kebangsaan,semangat nasionalisme mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungannya.
Karena mahasiswa merupakan salah satu agen perubahan, sehingga jiwa kebangsaan ini nantinya akan bergerak menjadi kesatuan dalam bernegara.

 

“out put nya diharapkan para mahasiswa memiliki pengetahuan sikap dan perilaku yang menguatkan sistem demokrasi di Indonesia, jadi mereka harus tahu sistem demokrasi Pancasila di Indonesia,” harapnya.

 

Sementara itu Siti chotijah Elzaara salah seorang narasumber dalam seminar Kebangsaan tersebut menjelaskan bahwa  rumusan Pancasila sebagai dasar filosofi dan sekaligus sumber ideologi negara Indonesia sebenarnya cukup memadai secara teoretik konstitusional. Kemasan formulasi Pancasila yang singkat, tetapi meliputi seluruh aspek kehidupan, adalah sebuah kreasi agung yang pernah diciptakan pendiri negara ini.
Namun dasar filosofi kiranya perlu terus diterjemahkan dalam kerangka mencapai tujuan kemerdekaan, terutama dalam mewujudkan keadiilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam perjalanan sejarah Pancasila sebagai dasar filsafat negara Indonesia, sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, nampaknya belum diletakkan secara signifikan dalam kedudukan dan fungsi yang sebenarnya.

 

“Mahasiswa harus menjalankan social control,karena bagaimanapun mahasiswa adalah elemen masyarakat bangsa yang menurut Jack Newfield mahasiswa adalah “a prophetic minority”,yakni memiliki peranan yang profetik, mereka melihat jauh kedepan dan memikirkan apa yang belum atau tidak dipikirkan masyarakat umumnya,” ujarnya.[Noto]