Menteri Perikanan dan Kelautan RI Bicara Illegal Fishing

 

Rakyat.co, Nusa Dua – Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti,berbicara di Sidang Umum (SU) Interpol ke delapan puluh lima. Memberikan materi illegal fishing di depan peserta dari seratus enam puluh lima negara.

Menteri Perikanan dan Kelautan dalam jumpa pers di Bali Nusa Dua Convention Center, Rabu (9/11).

“Interpol badan dari banyak badan .
Dibentuk dengan tujuan mulia, sangat dibutuhkan dalam tatanan globalisasi”.

 

Sekarang ini pola tindak kriminalitas semakin hebat,oleh karena itu perlu kerja sama antar negara untuk menangani illegal fishing.

 
“Saya berbagi pengalaman dalam keseriusan kita, ketegasan kita dalam melawan illegal fisihing, hal tersebut bukan hanya sekadar pencurian ikan,” ungkapnya.

 

Dalam perjalanan dua tahun ke belakang, pihaknya melakukan analisa, investigasi,penindakan. Menemukan fakta,illegal fishing lebih dari sekadar pencurian ikan.

 

“Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa begitu tegas,kuat karena visi pemerintah. Presiden Republik Indonesia,
Joko Widodo memberikan dukungan politik penuh sebagai pimpinan negara dalam menjadikan laut sebagai masa depan bangsa”ungkap Menteri Perikanan dan Kelautan.
“Sehingga itu terlaksana. Tapi, bagi banyak negara itu tidak mudah. Bagi kita awalnya juga tidak mudah”.
“Jadi hari ini kita berbagi,mereka sangat antusias. Apalagi mereka dengar Satgas 115 semua badan bisa bekerja sama, dari Polisi Air, Pol Laut, AU, Kejaksaan, Kalakhar, Bakamla, dan lainnya.
Jadi ini contoh Satgas yang diinginkan oleh banyak negara” Jelas Susi Pudjiastuti. [fiq]