Trokomod di Venize Biennale Memperoleh Apresiasi Tinggi

Rakyat.co – Italy Institute of Culture menghadirkan pembicara seniman Indonesia, Heri Dono yang berbasis di Yogyakarta lulusan Institut Seni Indonesia  dan juga turut hadir spesial artis dari Italy Dr.Carmencita Palermo.

Trokomod bukti seni Indonesia di Venice Biennale. Pertunjukan event  internasional  di Venize Biennale ,mendapatkan apresiasi dan representasi  tinggi bagi para penikmat seni dan pelaku seni.

Venize Bienale, sebuah ajang internasional tentang semua hal, seni, isue, kritik, penggunaan symbol,pemahaman, arti karya seni dan juga artistik. Tidak hanya karya seni mempertontonkan sebuah pameran atau pertunjukan, tetapi karya Heri Dono memberikan pesan, semangat dan wacana  menarik dengan karya Trokomod.

Seniman muda Indonesia bisa mendapatkan kreasi, kesempatan, undangan dan memberikan tanggapan kritik dari karya-karyanya di kancah  pertunjukan internasional, asalkan bisa menampilkan seni kontemporer berbeda.

“Bagaimana kita hidup sebagai manusia yang hidup secara kosmopolitan, bahwa kita adalah sama.Kita menerima kritik dari bangsa-bangsa lain dan juga kita punya hak membuat kritik tentang apapun yang terjadi diluar negeri,” ungkap Heri.

Karena semua tidak hitam-putih, jadi seniman muda kalau diundang ke luar negeri, tidak harus merasa bahwa karya seninya menyinggung  dari event yang diadakan. 
Seniman muda harus berkontribusi, kalau kita membuat karya seni berbeda berarti kita ikut berkontribusi.

Tetapi kalau kita membuat karya seni kontemporer yang sama seperti yang ada diluar negeri, berarti sebenarnya kita tidak sedang melakukan apapun, ” ujar Heri Dono.

Trokomod  mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mengundang,sampai karya tersebut bisa dipamerkan dan bisa menjadi wacana umum diseluruh dunia. Team karya trokomod tidak membuat hal yang mengikuti trend saat ini,tetapi karya seni kontemporer trokomod memberikan trend terbaru untuk dunia.

Kritik Seni terhadap pemerintah, karena saat ini belum tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam acara-acara besar Internasioal seni dan budaya. Pemerintah tertarik pada para pebisnis dan investasi.

“Untuk investasi seni dan kebudayaan,terkadang seni tidak membuat enak bagi para penguasa. 
Seni itu indah,tetapi pesan-pesan yang disampaikan terkadang bisa membuat kuping menjadi merah dan membuat hati tidak enak,” ungkap Heri Dono.

Suasana di Venice Biennale sangat menarik. Semua para seniman berkumpul  memberikan kontribusi, kritik kepada dunia dan pembaharuan.
Karya seni trokomod sebuah proses panjang, membutuhkan dana finansial yang banyak dan sangat mahal. Tetapi team bisa mengerjakan dengan baik sampai menuju pameran.

Opini dari teman-teman seniman luar negeri yang ikut berpartisipasi  dalam acara venice biennale terhadap karya trokomod sangat beragam dan hampir semua datang ke pavilion Indonesia.

”Di seberang tempat saya itu ada seniman cina yang selalu mampir dan juga  ada Singapura, mozambik,” ungkap Heri Dono.

Paviliun banyak dikunjungi peserta lain. Karena isu atau wacana yang digunakan tepat dan berbeda. Sudah dari awal memikirkan membuat penelitian dari hal sebelumnya, sejarah, konsep, masa depan, dunia dan kapitalisme. Mereka mengambil  isu dari pemberitaan yang umum tentang pandangan dunia menurut mereka.

“
Sementara kita mengetahui  isu yang dibuat mereka dan tentu kita juga tahu apa yang sebenarnya terjadi. Karena kita sebagai korban dari konsumen berita-berita tersebut,” ungkap Heri.(fiq&han)